Perbedaan Metode Penyaring Air Tradisional Vs Modern

Perbedaan Metode Penyaring Air Tradisional Vs Modern – Seiring dengan perkembangan teknologi dan bertambahnya polusi di dunia, keberadaan air bersih pun semakin terancam. Pasalnya, polusi mempengaruhi jumlah dari air bersih di dunia yang secara langsung juga berimbas pada kesehatan manusia. Berbagai macam cara dilakukan untuk menanggulangi hal ini, salah satunya adalah dengan mengembangkan teknologi penyaring air modern.

Pada dasarnya, penggunaan penyaring air ini sudah dilakukan sejak dulu, bahkan nenek moyang kita juga pernah menggunakan sumber daya alam khusus untuk menjernihkan air dan mendapatkan air bersih dan sehat untuk mereka konsumsi. Sebab dulu, di dunia juga sudah ada air keruh dan air yang terkontaminasi dan tidak bisa digunakan untuk kebutuhan minum, masak, dan yang lainnya. Lantas, apa perbedaan antara penyaring air modern dengan penyaring air tradisional ini? Kami akan mengulasnya dalam artikel kami berikut ini.

Berikut detail perbedaan metode penyaring air tradisional vs modern untuk diketahui

Perbedaan Metode Penyaring Air Tradisional Vs Modern

Metode penyaringan air versi tradisional

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan air bersih pada zaman dulu, di antara caranya adalah;

Pertama, direbus

Proses perebusan menjadi jalan yang cukup mudah dilakukan untuk mendapatkan air bersih dan siap untuk diminum. Proses ini dilalui oleh banyak orang pada zaman dulu bahkan zaman sekarang. Namun, trik ini memiliki beberapa kelemahan, di antaranya adalah;

  1. Memerlukan banyak bahan bakar untuk memasak
  2. Air tidak bisa langsung digunakan karena harus didinginkan lebih dulu
  3. Air masih ada yang mengandung partikel, atau lebih baik disaring setelah direbus
  4. Air mendidih tidak menghilangkan kontaminan seperti klorin dan bahan kimia lain

Kedua, penggunaan bahan kimia

Perbedaan metode penyaring air tradisional vs modern selanjutnya adalah dipakainya bahan kimia untuk menyaring air. Metode ini merupakan perkembangan yang dilakukan setelah diketahui kalau hanya dengan merebus air tidak akan menghilangkan bahan kimia di dalamnya. Dua bahan kimia yang digunakan untuk menghilangkan polutan dalam air terkontaminasi adalah iodin dan klorin. Klorin memiliki fungsi untuk menghilangkan beberapa jenis bakteri, protozoa dan virus. Namun yang menjadi perhatian adalah air yang dingin dan jumlahnya banyak membutuhkan dosis yang berbeda dengan air yang biasa dengan jumlah yang sedikit. Kesimpulannya, semakin banyak air dan dingin air tersebut, maka kadar iodin yang dibutuhkan sangatlah banyak. Begitu juga sebaliknya. Sementara untuk pemakaian klorin, meski memang baik dalam menjernihkan dan mengatasi masalah sedimentasi dalam air, klorin dalam jumlah banyak tidak terlalu baik untuk kesehatan manusia.

Metode penyaring air modern

Pada kelanjutannya, ditemukan bahwa kontaminan air dapat disaring berdasarkan besar dan kecilnya ukurannya. Maksudnya, sebaiknya ditemukan alat yang memiliki penyaringan dengan pori-pori yang sangat kecil sehingga bisa menjerat dan menghilangkan kontaminan berbahaya dari air tersebut. Salah satunya adalah teknologi Reverse Osmosis seperti yang digunakan dalam Nicofilter.

Demikian perbedaan metode penyaring air tradisional vs modern yang dapat kami sampaikan. Semoga info ini bermanfaat untuk Anda dalam menentukan penyaring dan filter air untuk keluarga Anda.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *